Advokasi

Advokasi merupakan biro yang paling muda diantara 3 biro di KMTNTF (Advokasi, PSDM dan KRT). Ide untuk mendirikan biro Advokasi, lahir di periode kepengurusan 2012/2013 ketika pada waktu itu, pekerjaan Bidang HAL dalam fungsi penyaluran aspirasi mahasiswa dianggap terlalu berat dan tidak terlaksana dengan baik. Mengingat pentingnya fungsi ini bagi pembangunan KMTNTF maupun DTNTF kedepannya, diperlukan suatu badan khusus yang fokus menangani fungsi penyaluran aspirasi. mahasiswa DTNTF, maka lahirlah biro Advokasi yang merupakan perpanjangan tangan Ketua KMTNTF dalam fungsi aspirasi.

Dalam menjalankan tugasnya, biro advokasi dipimpin oleh keorang kepala biro. Biro advokasi terdiri dari 2 penanggung jawab, yaitu penanggung jawab Intern dan penanggung jawab Ekstern. Biro advokasi juga memiliki seorang sekretaris – bendahara untuk membantu pekerjaan biro dalam bidang kesekretariatan dan keuangan.

Arahan kerja biro Advokasi periode 2016/2017 adalah perluasan dari beberapa periode sebelumnya. Dimana, pada periode 2016/2017, biro advokasi akan melaksanakan fungsinya yaitu terkait dengan penyaluran aspirasi baik aspirasi dari dosen maupun mahasiswa DTNTF.

Fungsi penyaluran aspirasi terbagi kedalam 3 subfungsi. Subfungsi pertama adalah menjaring aspirasi dari mahasiswa DTNTF perihal kinerja Departemen dalam menjalankan tugasnya, yang menyangkut kepentingan mahasiswa itu sendiri ataupun kepentingan bersama. Subfungsi selanjutnya adalah, merangkum aspirasi itu dan menyampaikanya pada pihak Departemen terkait dengan fasilitas yang ada di Departemen itu sendiri. Subfungsi ketiga adalah melobi dan melakukan negosiasi dengan pihak Departemen agar tercapai keputusan yang memuaskan mahasiswa dan Departemen. Masing – masing subfungsi akan dijalankan oleh tiap – tiap penanggung jawab.

Pekerjaan biro Advokasi yang cenderung insidental namun membutuhkan tanggung jawab yang besar, membuat biro Advokasi tidak memerlukan anggota yang banyak, tetapi memerlukan anggota yang komitmen, kritis, dan memiliki kemampuan Intrapersonal yang baik. Dalam menjalankan tugasnya, biro Advokasi akan banyak terlibat dalam diskusi dan negosiasi tertutup dengan pihak pihak atas, sehingga kemampuan intrapersonal yang baik amat diperlukan. Selain itu, kemampuan melobi juga menjadi kemampuan wajib yang perlu dimiliki setiap anggota biro advokasi, dimana kemampuan melobi yang baik akan menentukan hasil negosiasi.

Pekerjaan Biro Advokasi tertuang dalam beberapa program kerja. Program kerja Advokasi secara umum adalah kegiatan forum internal dan negosiasi,. Advokasi hanya mempunyai program kerja yang berbentuk suatu act dan event, yaitu Hear and Act dan Forum Sharing DTNTF, dimana pada dua kegiatan itu biro Advokasi memfasilitasi semua civitas akademika DTNTF untuk dapat menyalurkan aspirasinya melalui media social dan dapa diakses kapan saja dan biro Advokasi juga memfasilitasi semua civitas akademika DTNTF untuk berada dalam satu forum  berbagi pendapat dan aspirasi yang ringan tapi bermakna.

Struktur Kepengurusan Biro periode 2016/2017

Kepala Biro Advokasi              :  Meitri Widya Pangestika (Teknik Fisika 2014)

Penanggung Jawab Intern      :  M. Fachry Alfian (Teknik Fisika 2015)

Penanggung Jawab Ekstern   : Bayu Aji Saputra (Teknik Fisika 2015)

                                                        Bagus Emeraldo (Teknik Nuklir 2015)

Sekertaris – Bendahara           :  Aloysia Reni R. (Teknik Fisika 2015)

Leave a Reply